Kesabaran Membawa Berkat

0 comments
"Saat tidak langsung sampai ke tempat tujuan: bersabar, belajarlah, tarik nafas dan perhatikan sekeliling. Tuhan sedang membekalimu dengan ilmu yang kelak digunakan dan mengijinkanmu menikmati pemandangan indah sebelum tiba di tempat tujuan" - Yafaowoloo Gea


Saat aku tidak langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi setelah lulus SMK, aku sempat kecewa dan patah semangat karena apa yang selama ini kuidam-idamkan tidak kesampaian. Serasa dunia ini runtuh, mimpi yang telah kubangun selama bertahun-tahun hancur berkeping-keping. 

Namun setelah kurenungkan dalam-dalam, ternyata dalam jeda satu tahun sebelum kuliah itulah aku mendapatkan banyak pelajaran tentang komunikasi, menumbuhkan rasa percaya diri dan cara berinteraksi dengan orang lain. Aku yang semula tidak lancar berbicara karena latar belakangku sebagai anak desa yang dalam pergaulan sehari-hari lebih banyak menggunakan bahasa Nias membuat rasa kurang percaya diri saat berbahasa Indonesia. 

Selama satu tahun menunggu, berbagai pekerjaan kulakoni mulai dari menjadi sales marketing yang mengantarkanku menjelajah berbagai sudut kota Medan hingga ke perkampungan yang tak pernah kukunjungi. Aku bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, suku dan agama. Mulai dari preman, tukang becak, pengusaha, nelayan, petani dan bahkan PSK (Pekerja Seks Komersial) aku temui untuk menjajakan dagangan yang kubawa. Hingga menjadi pekerja kasar di perusahaan penampungan biji kakao (cokelat) kujalani. Dari merekalah aku belajar membangun kepercayaan diri, melatih komunikasi, beradaptasi dan menghargai hidup.

Hal selanjutnya adalah ketika lulus kuliah tahun 2007 banyak orang menyarankanku untuk melamar menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dengan membayar sejumlah uang dengan jaminan bisa langsung menang. Kala itu aku benar-benar tidak berminat sama sekali dan pekerjaan sebagai PNS adalah hal yang paling kubenci. Karena di saat itu aku tahu bahwa beberapa PNS yang telah lulus memberitahukan bahwa mereka telah menyetorkan sejumlah uang untuk kelulusan mereka, dan mereka sangat bangga akan hal itu. Formasi penerimaan PNS pada waktu itu yang masing-masing posisi hanya membutuhkan 1-3 orang, yang jauh-jauh hari sudah bisa ditebak pemenangnya antara keluarga pejabat atau penyetor uang terbesar. Hingga pada tahun 2009 ketika penerimaan PNS secara besar-besaran di Kota Gunungsitoli yang membutuhkan 8 orang dari jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, aku dengan iseng mencoba melamar dengan perkiraan bahwa peluang untuk menang pasti akan sangat besar. Ternyata Tuhan menghendakiku untuk menjadi PNS tanpa menyetor sepeserpun untuk bisa lolos.

Aku tak tahu berapa orang yang tidak sabar untuk sampai di tempat tujuan dan berusaha mengambil jalan pintas dengan menghalalkan segala cara untuk untuk mendapatkannya. Ingatlah "Jika Tuhan sudah berkehendak, Dia akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya". Mungkin anda akan tiba di tempat tujuan anda dengan jalan pintas, namun anda tidak bisa menikmati keindahan menuju ke sana dan pastinya anda akan kurang persiapan karena terlalu terburu-buru ingin cepat sampai. Kesabaran anda untuk mencapai tempat tujuan pasti akan mendapat bayaran yang setimpal yang pastinya lebih baik dari jalan pintas. Dan Ingatlah bahwa melewati jalan pintas itu bahaya dan resikonya sangatlah besar.



Post a Comment